KehendakAllah ini bisa dilanggar oleh manusia karena secara natur manusia adalah manusia yang berdosa dan masih hidup didalam kedagingan, akibatnya kehendak Allah tidak terlaksana. Alkitab hampir dipenuhi dengan kehendak Allah dalam kategori ini. 3. Berkenaan dengan apa yang 'berkenan' (menyenangkan atau menyedihkan) kepadaNya.
Taufikmerupakan persesuaian kehendak manusia dengan kehendak Allah atau persesuaian kehendak Allah dengan kehendak manusia. Allah mempunyai dua macam kehendak. Pertama, dinamai masyi'ah, dari situ berakhir kata insya Allah. Masyi'ah itu ada kehendak-Nya yang tidak berubah, yang pasti terjadi. Misalnya kematian, itu pasti, betapa pun Anda
Jakarta - Surat Yasin ayat 82 merupakan salat satu firman Allah SWT dalam Al Quran yang membuktikan kekuasaanNya atas makhluk yang diciptakanNya. Segala sesuatunya menjadi mudah bagiNya hanya dengan satu kata yang tercantum dalam ayat ini. Berikut bunyinya,إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُBacaan latin Innamā amruhū iżā arāda syai`an ay yaqụla lahụ kun fa yakụnArtinya "Sesungguhnya urusanNya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, 'Jadilah!' Maka jadilah sesuatu itu."Berdasarkan keterangan firman di atas, Allah SWT menciptakan alam semesta ini tanpa menggunakan alat atau perkakas apapun. Bila Allah SWT menghendaki terjadinya sesuatu maka cukup dengan satu kalimat kun faya kun yang bermakna jadilah."Apabila Ia menghendaki untuk menciptakan suatu makhluk, cukuplah Allah berfirman, 'Jadilah,' maka dengan serta-merta terwujudlah makhluk itu," bunyi keterangan tafsir surat Yasin ayat 82 dari fayakun juga dapat definisikan bahwa manusia tidak akan pernah melampauiNya. Segala penciptaan ini sudah berada di luar batas kuasa cara berpikir manusia. Dalam artian, manusia tidak sepantasnya untuk menyombongkan diri seputar kemampuan dan buku Manusia Mengeluh, Al Quran Menjawab yang ditulis oleh Agoes Noer Che, kehendak Allah SWT untuk mewujudkan sesuatu tersebut hanya melalui kata kun dengan tanpa adanya jeda atau selisih Yasin ayat 82 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perkara hari akhir dan lainnya menjadi hal yang tidak mungkin mustahil bagiNya. Kebenarannya berada ditangan Allah SWT dan tidak patut untuk diingkari oleh umat ayat ini, surat Yasin juga ternyata secara keseluruhan merupakan surat yang istimewa dalam Al Quran. Bagi yang membacanya, Rasulullah SAW mengatakan, akan diberi ganjaran pahala yang setara dengan mengkhatamkan Al Quran sebanyak sepuluh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,إِنَّ لِكُلِّ شَىْءٍ قَلْبًا وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس َمَنْ قَرَأَ يس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍArtinya "Setiap sesuatu ada jantungnya. Jantungnya Al-Quran adalah surat Yasin. Siapa yang membaca surat Yasin, Allah menulis baginya pahala seolah-olah ia telah mengkhatamkan sepuluh kali Al Quran." HR Darimi dan Tirmidzi.Sebab itu, tidak ada salahnya bagi umat muslim merutinkan bacaan surat Yasin. Selain, untuk menambah keimanan kepada Allah SWT lewat surat Yasin ayat 82, muslim yang membacanya juga dijanjikan pahala olehNya. Simak Video "Permintaan Maaf Wanita Simpan Al-Qur'an Dekat Sesajen-Akui Tertarik Islam" [GambasVideo 20detik] rah/lus
Manusiadipilih Tuhan sebagai wakil-Nya (khalifah Allah) sekaligus hamba-Nya ( 'abd Allah). Sebagai seorang hamba, manusia harus tunduk total pada Tuhan dan menerima secara sempurna semua yang dikehendaki-Nya. Sebagai wakil-Nya, manusia harus aktif di dunia untuk menjalankan kehendak Tuhan di muka bumi. Menjadi manusia seutuhnya adalah
Pertanyaan Jawaban Tidak mungkin bagi manusia untuk memahami secara menyeluruh hubungan antara kedaulatan Tuhan dan kehendak bebas manusia. Hanya Allah yang tahu bagaimana keduanya bisa bekerja bersama. Jelas di dalam Alkitab bahwa Allah tahu siapa yang akan diselamatkan Roma 829; 1 Petrus 12. Melalui Efesus 14, Paulus juga memberitahu bahwa Allah telah memilih kita ”sebelum dunia dijadikan.” Alkitab berulang kali menggambarkan orang-orang percaya sebagai orang-orang pilihan Allah Roma 833; 115; Efesus 111; Kolose 312; 1 Tesalonika 14; 1 Petrus 12; 29; Matius 2422, 31, Markus 1320, 27; Roma 117; 1 Timotius 521; 2 Timotius 210; Titus 11; 1 Petrus 11. Bahwa orang Kristen dipredestinasikan Roma 829-30; Efesus 15, 11, dan dipilih Roma 911; 1128; 2 Petrus 110 untuk keselamatan merupakan fakta yang jelas. Alkitab juga mengatakan bahwa kita memiliki kehendak bebas untuk memilih – yang perlu kita lakukan hanyalah percaya pada Yesus Kristus, dan kita akan diselamatkan Yohanes 316; Roma 109-10. Allah tahu siapa yang akan diselamatkan, Allah memilih siapa yang akan diselamatkan, dan kita juga harus memilih Kristus supaya diselamatkan. Bagaimana ketiga hal ini bekerja bersama-sama sekaligus menjadi hal yang mustahil, bagi pikiran kita yang terbatas, untuk bisa dipahami sepenuhnya Roma 1133-36. Tanggung jawab orang Kristen itu mengabarkan Injil ke seluruh dunia Matius 2818-20; Kisah Rasul 18. Soal apa yang Allah tahu sebelumnya, yang Allah pilih dan predestinasi, semua itu kita serahkan kepada Allah. Yang terpenting bagi kita itu tetap ketaatan dalam memberitakan Injil. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Bagaimana kedaulatan Tuhan dan kehendak bebas manusia bekerja bersama dalam keselamatan?
Nah dari uraian di atas tentang kehendak Allah dan kehendak manusia terdapat perbedaan dari aliran-aliran yang ada dalam Islam, untuk lebih lanjutnya bisa dipelajari dalam kajian ilmu kalam (teologi), dengan mempelajarinya membuka pikiran yang terbelenggu dari kejumudan, menambah wawasan dan pengetahuan dalam khazanah pemikiran Islam.
Saya cuma ingin berkongsi pendapat tentang keutamaan hidup kita. Bagi saya dalam apa pun keputusan hidup kita, kita perlu membuat keutamaan berdasarkan apa yang kita fahami dalam hidup. Dan pilihan itu adalah berdasarkan apa yang kita fahami tentang tujuan hidup. Antara dua pilihan atau lebih dari dua pilihan, pilihan yang mana lebih menguntungkan untuk membawa kita ke kehidupan yang lebih baik. Bagi kita ummat Islam tentunya berkaitan dengan hidup di akhirat kelak. Maka jika menyentuh tentang kehidupan akhirat tentunya kita mahukan syurga dan jika kita mahukan syurga, pastinya kita hanya mahukan REDHA ALLAH SWT. Sebenarnya pilihan ini dibuat berdasarkan apa yang telah kita lalui. Pengalaman. Kemudian lihat pula sejauh mana ilmu kita boleh menilai pilihan itu. Kita perlu faham kenapa seseorang penjenayah memilih untuk membuat jenayah. Apakah mereka tidak tahu jenayah adalah satu kesalahan dan dosa? Tapi mereka tetap mahu lakukannya. Ini sangat berkait dengan cara kehidupan mereka. Siapa mereka berkawan dan apa yang mereke telah lalui? Dan semua itu adalah di luar pengetahuan saya. Jadi dalam pilihan kita, apa jenis pilihan pun, kita perlu utamakan pilihan yang mendapat redha dari Allah. Pilihan yang tidak melanggar apa yang ditegah-Nya. Pilihan yang menjadikan kita lebih dekat dari itu adalah pilihan yang salah. Dalam membuat pilihan sama ada untuk menjaga hati manusia atau menjaga Allah, tentulah kita perlu menjaga Allah.. walaupun terpaksa menyakitkan hati manusia. Tentulah agama melarang kita menyakiti sesama insan, tetapi yang manakah lebih penting? Redha Allah atau kesenangan hati manusia? Dalam ketaatan kepada Ibu bapa, agama meletakkan sempadan dalam mentaati ibu bapa. Ketaatan yang boleh menyebabkan kita melanggar perintah Allah adalah dilarang. Maka seorang anak boleh ingkar jika ibu bapa mereka menyuruh melakukan kemungkaran. Seoarang anak wajib menolak permintaan yang melanggar perintah Allah secara baik dan sedaya upaya memperbetulkan keadaan itu, malah jika keadaan masih lagi di luar kawalannya, ambillah keputusan untuk tinggal berjauhan dan mohonlah pertolongan Allah. Allah pasti membantu hamba-Nya selalu mengutamakan perintah-Nya. Jika seorang lelaki mengajak seorang wanita bercinta seperti yaang berlaku dalam kisah muda-mudi hari ini, wanita itu akhirnya termakan pujukan si lelaki kerana kasihan dan mahu menjaga hatinya. Adakah pilihan wanita itu betul? Adakah pilihan wanita itu selari dengan apa yang Allah mahu? Akhirnya melahirkan perasaan yang lebih mendalam hingga boleh menjadikan wanita itu melanggar banyak lagi perintah. Adat orang bercinta berdua-duaan, samada secara realiti atau maya. Lumrah nafsu si lelaki akan meminta lebih lagi sebagai bukti’ cinta. Si wanita akan menurut dengan alasan ingin menjaga hati. Namun jelas melanggar apa yang Allah mahu. Tindakan wanita itu mungkin betul jika si lelaki benar-benar mahu mengahwininya pada masa terdekat. Jika tidak, hubungan cinta yang terlalu lama hanya membawa kemungkaran demi kemungkaran dan fitnah yang tidak akan disedari oleh si pelaku. Ini hanya disedari setelah perkara buruk berlaku. Ketika itu penyesalan adalah sia-sia. Sememangnya banyak pilihan yang berlaku dalam hidup ini membuatkan kita buntu dan keliru dengan kepelbagaiannya. Namun jika kita membuat pilihan yang mengutamakan redha Allah, maka kita tidak mungkin rugi, lebih-lebih lagi di akhirat kelak. Banyak pilihan yang menyebabkan kita menyesal di kemudian hari dan sebenarnya kita telah menyedarinya ketika pilihan itu dibuat. Kerana kita berharap pilihan akibat pilihan itu adalah berlainan. Sebenarnya tidak. Kita boleh membuat pilihan tetapi tidak boleh mimilih akibat pilihan itu. Kita semua memahami hakikat ini jika kita berpijak di bumi nyata. Sumber
Allahadalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia." 1 Yohanes 4: 16. Jika Adam dan Hawa melakukan perbuatan dosa melalui kehendak bebas mereka, itu jelas bukan kehendak-Nya. Apa pun yang diperbuat manusia, Tuhan bisa saja membiarkannya selama rencana-Nya tidak terganggu
Oleh Husaini Muzakir Algayoni* Tuhan adalah pencipta manusia, bukan sebaliknya manusia yang menciptakan Tuhan. Namun, dua filosof Barat memberikan argumen sebagai berikut Sigmund Freud 1804-1877 berangkat dari teori ketakutan bahwa ia berpendapat Tuhan adalah makhluk yang diciptakan oleh manusia, bukannya dzat pencipta. Begitu juga dengan Ludwing Feuerbach 1804-1877 yang berpendapat bahwa bukan Tuhan yang menciptakan manusia tetapi sebaliknya Tuhan adalah ciptaan angan-angan manusia, agama hanyalah sebuah proyeksi manusia. Demikian dua argumen dari filosof Barat tersebut tentang Tuhan. Sementara dalam pandangan umat Islam meyakini Allah adalah Mahapencipta. Tuhan adalah dzat yang wujud dengan sendirinya, tanpa sebab dan tanpa didahului oleh apapun dan siapapun. Wujud-Nya tanpa ujung, Dia Maha Awal yang tiada bermula dan Maha Akhir yang tiada berkesudahan. Allah adalah pencipta alam dari yang tiada creation ex nihilo, Allah memiliki sifat ketuhanan dan sesembahan dan segala sifat kesempurnaan yang terbaik dan terpuji yang dikagumi oleh manusia, dalam bahasa Alquran disebut “Allah” yang berarti “al-Ma’luh” atau yang dipertuhan dan disembah. Jadi, Tuhan yang menciptakan manusia, bukan sebaliknya. Manusia diciptakan dengan sempurna, karena itu illah mujidah sebab pencipta tentu lebih sempurna dari manusia. Tuhan bersifat Mahakuasa, mempunyai kehendak yang bersifat mutlak. Nah, timbul pertanyaan di mana manusia sebagai ciptaan Tuhan? Sebagai manusia sempurna diberikan akal untuk berpikir, apakah manusia bisa menentukan arah perjalanan hidupnya secara bebas/bergantung pada kehendak dan kekuasaan mutlak Tuhan dalam menentukan perjalanan hidupnya? Diberi Tuhankah manusia kemerdekaan dalam mengatur hidupnya? Ataukah manusia terikat seluruhnya pada kehendak dan kekuasaan mutlak Tuhan? Pertanyaan dan pembahasan ini merupakan ulangkaji dari pembahasan yang dikaji oleh mahasiswa dalam mata kuliah ilmu kalam teologi dan berangkat dari referensi yang mudah didapatkan. Kita akan lihat dalam tulisan ini dari berbagai aliran dalam teologi tentang posisi kehendak Allah dan kehendak manusia. Sebelumnya, jika ada kesalahan dan kekeliruan dalam tulisan ini, kiranya bisa diluruskan kembali oleh mahasiswa-mahasiswa yang memahami pembahasan ini agar terjadi kontak intelektual diskusi dalam diskursus teologi Islam. Menanggapi pertanyaan di atas, kita mulai dari pandangan qadariah. Menurut aliran ini manusia mempunyai kemerdekaan dan kebebasan dalam menentukan perjalanan hidupnya, manusia mempunyai kebebasan dan kekuatan sendiri untuk mewujudkan perbuatan-perbuatannya. Sementara paham jabariah, manusia tidak mempunyai kekuasaan untuk berbuat apa-apa; manusia tidak mempunyai daya, tidak mempunyai kehendak sendiri dan tidak mempunyai pilihan; manusia dalam perbuatan-perbuatannya dipaksa dengan tidak ada kekuasaan, kemauan dan pilihan baginya. Paham qadariah free will and free act dan paham jabariah atau fatalisme merupakan paham yang bertolak belakang, karena paham jabariah; manusia tidak mempunyai kebebasan, semua perbuatannya telah ditentukan Tuhan semenjak azal, sementara qadariah terdapat kebebasan manusia. Dalam pandangan muktazilah, kebebasan kehendak berkaitan erat dengan prinsip keadilan Tuhan. Muktazilah mempertahankan adanya kemauan’ dan kebebasan pilihan’ karena mereka hendak menyelamatkan prinsip Keadilan Tuhan’, yang tidak mungkin memberi pahala atau menjatuhkan siksa. Muktzailah merupakan aliran teologi yang banyak dipengaruhi oleh daya akal atau rasio dan teologi muktazilah mempunyai corak liberal sehingga dalam pandangan muktazilah akal manusia bisa membedakan antara kebaikan dan keburukan, maka artinya ia dapat mengadakan pilihan. Karena itu menurut paham muktazilah, manusia bebas menentukan pilihan dan kehendaknya. Keadilan Tuhan al-adl merupakan salah satu konsep paham muktazilh dari lima konsep dasar yang disebut dengan al-ushul al-khamsah. Menurut muktazilah, pekerjaan manusia hanyalah kemauan’ iradah sedang aradh-aradh lainnya adalah pekerjaan badan dengan sendirinya. Muktazilah memberi alasan tentang adanya kebebasan pilihan pada manusia, yaitu Pertama, rasa kebebasan. Manusia merasakan diri dalam hatinya akan terjadi perbuatan menurut motif dan dorongannya. Kalau mau minum kopi di warung kopi, maka minum kopi. Perbuatan tersebut suatu hal yang tidak bisa diingkari, inilah kemauan yang merupakan syarat bagi perbuatan bebas. Kedua, adanya taklif perintah pembebanan janji dan ancaman dipertalikan dengan taklif, yaitu suatu tuntutan kepada manusia untuk memenuhinya. Taklif tidak mungkin diadakan kecuali apabila seorang mukallaf bebas dan sanggup melaksanakannya. Bagi aliran yang berpendapat bahwa akal mempunyai daya besar dan manusia bebas, berkuasa atas kehendak dan perbuatannya, kekuasaan dan kehendak Tuhan pada hakikatnya tidak lagi bersifat mutlak semutlak-mutlaknya. Bagi aliran yang berpendapat sebaliknya, kekuasaan dan kehendak Tuhan tetap bersifat mutlak. Aliran yang berpendapat tersebut adalah aliran asy’ariah, Tuhan berkuasa dan berkehendak mutlak, sedangkan bagi muktazilah, kekuasaan dan kehendak Tuhan tidak lagi mempunyai sifat mutlak semutlak-mutlaknya. Dalam menjelaskan kemutlakan kekuasaan dan kehendak Tuhan ini, al-Asy’ari menulis dalam al-Ibanah bahwa Tuhan tidak tunduk kepada siapapun; di atas Tuhan tidak ada suatu dzat lain yang dapat membuat hukum dan dapat menentukan apa yang boleh dibuat dan apa yang tidak boleh dibuat Tuhan. Tuhan bersifat absolut dalam kehendak-Nya. Seperti kata al-Dawwani, Tuhan adalah maha pemilik al-malik yang bersifat absolute dan berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya di dalam kerajaan-Nya dan tak seorangpun yang dapat mencela perbuatan-Nya, sungguhpun perbuatan itu oleh akal dipandang bersifat tidak baik. Dalam hubungan ini al-Ghazali juga mengeluarkan pendapat bahwa Tuhan dapat berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya, dapat memberikan hukum menurut kehendak-Nya, dapat menyiksa orang yang berbuat baik jika itu dikehendaki-Nya dan dapat memberi upah kepada orang kafir jika yang demikian dikehendaki-Nya. Bagi asy’ariah, Tuhan memang tidak terikat kepada apa pun, tidak terikat kepada janji-janji, kepada norma-norma keadilan dan sebagainya. Lain dengan muktazilah yang berpendapat bahwa kekuasaan Tuhan sebenarnya tidak bersifat mutlak lagi. Seperti terkandung dalam uraian Nadir, kekuasaan mutlak Tuhan telah dibatasi oleh kebebasan yang menurut paham Muktazilah, telah diberikan kepada manusia dalam menentukan kemauan dan perbuatan. Nah, dari uraian di atas tentang kehendak Allah dan kehendak manusia terdapat perbedaan dari aliran-aliran yang ada dalam Islam, untuk lebih lanjutnya bisa dipelajari dalam kajian ilmu kalam teologi, dengan mempelajarinya membuka pikiran yang terbelenggu dari kejumudan, menambah wawasan dan pengetahuan dalam khazanah pemikiran Islam. Bahan Bacaan Abdul Latif Fakih. Deklarasi Tauhid Sebuah Akidah Pembebasan, 2011. A. Hanafi, Pengantar Theology Islam. Jakarta Alhusna Zikra, 1995. Franz Mangnis Suseno. Pemikiran Karl Marx Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme. Jakarta Gramedia Pustaka, 2019. Harun Nasution. Teologi Islam; Aliran-Aliran Sejarah Analisa Perbandingan. Jakarta UI-Press, 2002. Harun Nasution. Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Jilid II. UI-Press, 2012. Ibrahim Madkour. Aliran dan Teori Filsafat Islam. Jakarta Bumi Aksara, 2004. Otong Sulaeman. Dari Jendela Hauzah. Bandung Mizania, 2010. *Penulis, Kolumnis Mahasiswa Prodi Ilmu Agama Islam Konsentrasi Pemikiran Dalam Islam Program Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Comments comments
Pasalnya jika Tuhan mengintervensi hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia, melalui kehendak bebas-Nya dan kekuasaan-Nya maka manusia itu sebenarnya tidaklah bebas. Ia senantiasa berada dalam garis kehendak tuhan. Maka dari itu, kebebasan manusia senantiasa ada dalam batas kehendak tuhan—Jika pun manusia tetap ingin dikatakan bebas.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kita mungkin pernah melihat.....Orang hoby bohong yang disebut mythomaniaOrang hoby mencuri yang disebut klepto maniaOrang yang hoby membunuh atau mencelakakan orang lain disebut psikopatDan sangat gawat jika orang tersebut belajar ilmu tasawuf.... yang intinya.....dalam ajaran tasawuf....Semua perbuatanmu Allah yang melakukan dan menciptakan...dalam Hakekat... itu benar....Saya gak ingkari....Tapi perlu dibagi...Mana kehendak Allah....Mana kehendak manusia....Karena kehendak Allah itu kekal...Kehendak manusia dibumi fana.... Kehendak Allah... itu kehendak pencipta...Kehendak manusia...itu tanggung jawab pribadi ....dan....kehendak itu.. yang berasal dari otak dan jantung.... dan listrik ditubuh manusia....yang ada kalanya listrik dalam tubuh manusia suatu saat padam... yaitu ketika kita mati.... ....... Asap sajalah nafas di dalam hidung kita, dan pikiran hanya merupakan bunga api dari denyut jantung SALOMO 22Jadi kalo ada orang suka bohong...Suka mencuri...suka mencelakai manusia atau membunuh... itu kehendak manusia... dari listrik di otak yang tak stabil..... manusia punya kehendak...Allah juga punya kehendak..... Lihat Sosbud Selengkapnya
KehendakAllah adalah agar orang percaya hidup dipimpin Roh Kudus. Galatia 5:18, 25 mengatakan bahwa untuk dipimpin Roh Kudus, manusia pilihan Allah hendaknya memberi dirinya (dengan sengaja) dipimpin oleh Roh Kudus, yaitu: banyak datang pada Roh Kudus, bertanya kepada-Nya, uji dan pastikan suara-Nya, ikuti dan lakukan kehendak-Nya.
Abstract Ketika Allah menciptakan seluruh ciptaan-Nya, Ia menciptakan seturut kehendakdan rencana-Nya. Tidak ada satupun ciptaan yang berada di luar dari penguasaantangan-Nya; Ia berkuasa dan berdaulat penuh terhadap ciptaan-Nya. Khusus dalam bagian ini, penulis lebih banyak menyinggung tentang manusia sebagai ciptaan Allah. Allah mengatur seluruh alam semesta dan yang hidup di dalamnya; Allah mengatur planet-planet sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya, dan Allah mengatur semuanya itu untuk mencapai tujuan-Nya yang kekal.
Adapunpendapat kedua, yaitu pendapat golongan yang ekstrim dalam menetapkan kemampuan manusia, maka pendapat inipun bertentangan dengan nash dan kenyataan. Sebab banyak ayat yang menjelaskan bahwa kehendak manusia di bawah (tidak lepas dari) kehendak Allah. لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ ﴿٢٨
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kehendak Manusia dan Kehendak AllahSeperti lagu doraemon"Aku ingin begini ..Aku ingin begitu..Ingin ini itu banyak sekali......." itulah kehendak manusia...Tidak ada manusia yang tak memiliki kehendak...kecuali orang tidur dan orang mati.... kehendak Allah tanpa tidur dan mati Menurut bibelManusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah... ingin kenal Allah kenal manusia dulu..... Menurut alquranManusia mahluk ciptaan Allah yang sempurnaManusia punya kehendak...Allah juga punya kehendak.....Manusia punya sifat pengasih dan penyayang...Allah juga punya sifat pengasih penyayangKehendak manusia dan rasa kasih sayangnya bisa rusak didunia ini jika otak manusia rusak...mungkin karena narkoba miras oplosan penyakit kanker atau tumor otak atau benturan....kehendak manusia diakhirat disurga tidak bisa rusak.....kekal.... Kehendak Allah tak bisa rusak didunia ini dan diakhirat....Kehendak Allah tidak diciptakan dan kekal.....Kehendak Allah tanpa mengantuk tanpa ngantuk tidur mati 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya